Jiwa Lingga: Cahaya di Balik Layar
She sat in silence, sipping the last bitter sip of dawn—her quiet beauty whispered through amber-lit windows
Dia duduk diam-diam di jendela yang nggak bisa dibuka… tapi hatinya meledak! Bukan karena ribut, tapi karena senja itu rasanya pahit kayak kopi tua yang diseduh pakai selimut batik ibunya. Dua kupu-kupu kecil nempel di rambutnya — bukan buat foto, tapi buat ingetin arti hidup yang nggak pernah diupload ke Instagram. Kalau kamu pernah duduk sendirian sambil minum fajar pagi? Komen dong — kamu juga ngerasain ini atau cuma main HP?
व्यक्तिगत परिचय
Saya Jiwa Lingga, seorang penangkap momen dari balik layar Jakarta—bukan sekadar fotografer, tapi juru simpan kenangan perempuan yang tak terdengar. Saya percaya bahwa keindahan sejati lahir dari diamnya hati, bukan dari filter atau pose. Setiap foto saya adalah puisi tanpa kata: tentang ibu yang menatap matahari pagi sambil menyetrika pakaian anaknya, tentang remaja yang menangis di stasiun kereta sambil memegang surat cinta lama. Saya tidak mencari viral—saya mencari makna di antara celah-celah waktu yang tenang.

